Showing posts with label Panen air. Show all posts
Showing posts with label Panen air. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

Mesin pompa air untuk sumur gali

Kali ini saya akan menceritakan tentang kisah suka duka menggunakan mesin pompa yang biasadan banyak digunakan oleh rumah tangga, namun saat ini saya akan membahas kisah dukanya yang membuat saya harus menunggu lama air tersedot oleh pompa air setelah setahun saya menggunakannya.

Pompa itu untuk memompa air dari sumur gali ke fiber glass bawah yang terletak di lantai satu dan memompa dari fiber glass bawah ke fiber glass yang berada diatas di tempat jemuran, kurang lebih telah digunakan sekitar 1 tahun. Dengan pompa tersebut saya atau isteri tidak susah untuk mengisi air di bak kamar mandi  karena tinggal buka kran air mengucur lancar dan deras  dari penampungan fiber glass atas

Mesin pompa panasonic

Dengan menyambung pipa-pipa dan beberapa stop kran tepatnya 4 buah dimana 2 buah stop kran pipa menghubung dari sumur ke fiber glass bawah dan 2 buah stop kran lagi menghubung  dari fiber glass bawah ke fiber glass atas. Awal pembuatan itu adalah bapak saya yang kebetulan memang hobi dan memang bidangnya di air tepatnya dikenal ahli pengairan oleh orang-orang.di daerahku serta kebetulan sempat kerja di PU bagian pengairan.

Dengan ilmu dan pengalamannya lah bapak merancang semua itu sehingga dengan pompa air listrik, pipa-pipa dan fiber glass, saya yang tinggal di rumah ini bisa menikmati air untuk seluruh aktifitas tidak susah lagi.Namun yang terjadi setelah setahun mulai menunjukkan gejala bermasalah awalnya susah untuk memompa dari fiber glass bawah ke fiber glass atas lalu dilanjutkan tidak kuatnya mesin pompa air untuk menyedot air yang berada di sumur gali, sudah setengah jalan di pompa air tak kunjug dari mengalir ke mesin mengakibatkan panasnya mesin pompa air dan kadang kala sampai berbunyi saking panasnya.

Jarak antara sumur gali dan mesin pompa sekitar 2 meter dan jarak permukaan air hingga bibir sumur sekitar 30 cm ketika musim hujan, bila tidak bisa menyedit karena musim kemarau dengan muka air turun sih masih dianggap wajar namun saat itu adalah musim penghujan.

sumur galiIngin sekali mengganti mesin pompa air dengan yang lebih besar daya hisap dan dorongnya namun pastinya harganya mahal juga, kebetulan aku juga belum cukup untuk membeli yang  baru sesuai keinginanku yang lebih baik dan bagus speknya dari yang lama. Belum lagi ada ketakutan akan terjadi hal yang sama tidak tahan lama dan tidak lama aku menggunakan mesin pompa yang model yang sama walapun lebih baik dan bagus.

Setelah tanya sana sini dengan orang-orang dan berselancar di dunia maya, akhirnya kuputuskan untuk menggunakan mesin pompa yang di tempatkan di dalam sumur, aku pun bercerita keluh kesah ku pada bapak sebagai bahan referensi yang bagaimana pun bapakku lebih tahu akan air. Perdebatan pun mulai karena menurut bapak ku sesuai dengan ilmu dan pengalamannya pompa yang banyak orang gunakan seharusnya sudah bisa menyedot air di sumur ke fiber tanpa masalah dikatakan mungkin aku tidak sabar dan tidak benar dalam menggunakan mesin pompa airnya, namun ku bersikukuh bahwa yang terjadi di kenyataannya sangat susah dan lama untuk menyedot air mengakibatkan pulsa listrik cepat habis dan air pun tidak ada yang mengalir.

Kotak mesin pompa celup

Akhirnya setelah perdebatan panjang bapak ku ternyata membeli mesin pompa celup buatan cina bukan yang merk terkenal dan ternama. Namun itu pun sebenarnya dibeli oleh bapakku untuk menyedot air ketika banjir di rumah bapak karena tiap musim penghujan tiba rumah orang tua sering kebanjiran maka beli mesin pompa celup.

Yang sebelumnya pernah meminjam mesin pompa celup punya pamanku untuk menyedot air yang masuk rumah, namun tidak jadi dipakai karena air telah surut. Aku pun disuruh coba untuk menggunakan mesin pompa air celup di rumah ku untuk menyedot air dari sumur gali ke fiber glass.

Aku pun membawanya dan coba menggunakannya di rumah ku, setelah dipasang ternyata……sruuuup air tersedot dengan mudahnya dan tak membutuhkan waktu yang lama sekitar 20 menit fiber glass terisi penuh.

mesin pompa celup

Akhirnya aku menggunakan mesin pompa celup untuk menyedot sumur gali menggantikan mesin pompa air biasa. Yang bila musim kemarau sumur hanya berisi 1 gorong-gorong saja jika hari biasa 2 gorong-gorong sedangkan bila musim hujan sampai 3 buah gorong-gorong, kira-kira dalam sumur galinya sekitar 5 meter.

Friday, May 9, 2014

Memanen air hujan (bagian 3 – tandon fiber glass dan tempayan )

Fiber GlassSetelah saya berbagi cara memanen air hujan dengan cara menggunakan paving dan parit dengan bak kontrol yang telah saya ceritakan pada tulisan sebelumnya, kali ini saya akan berbagi cara menampungnya dengan tandon fiber glass dan tempayan.

 

Dari bahannya saja saya mengira baiknya dan bagusnya menyimpan air adalah di dalam tempayan karena menurut saya lebih jernih, lama berlumut namun mudah pecah dan kurang bisa dipindah-pindahkan.

 

Tempayan semenSedangkan di tandon fiber glass air kurang jernih bila tanpa penjernih air, cepat berlumut/kotor namun lebih kuat terhadap cuaca dan mudah untuk dipindah-pindahkan. Itulah pendapat pribadi saya mungkin ada yang kurang dan lebihnya bahkan salah saya mohon maaf.

 

Fiberglass dengan ukuran 1050 liter saya letakkan dekat sumur gali dengan jarak 1 meter, menggunakan pompa air biasa untuk menyedot dari sumur gali mengalirkannya ke fiberglass melalui pipa. Namun pada pompa air pipanya saya cabangkan karena pompa itu juga berfungsi sebagai mengalirkan air dari fiberglass ukuran 1050 liter yang berada di bawah ke fiberglass diatas berukuran 650 liter.

 

DSCN5690Yang sering terjadi adalah air akan kotor saat dipindahkan dari sumur ke fiberglass bawah, oleh karena itu saya akan menunggu 1 –2 jam hingga kotoran mengendap dulu baru dialirkan ke fiber atas.

Kadangkala bila kotor sekali biasanya pada musim kemarau saat air tanah surut tanah akan ikut tersedot kedalam fiberglass bawah, saya menggunakan tawas atau PAC untuk mengendapkan kotorannya kedasar fiberglass dulu.

DSCN5482

 

Sumur gali terletak tepat di depan pintu garasi sedangkan fiberglassnya di samping garasi dan pompa air diletakkan didalam garasi, untuk menghubungkan sumur dengan pompa dan fiberglass saya menggunakan pipa 1/2 inchi lalu saya cabangkan satu untuk menyedot dari sumur dan fiberglass bawah serta mengalirkan ke fiberglass bawah dan fiberglass atas menggunakan stop kran.

 

 

Agar tidak lupa di atas mesin pompa air ditempel tulisan cara membuka tutup stop kran untuk

Thursday, May 8, 2014

Membuat paving sendiri

conblock tru-pave

Paving Block adalah salah satu produk bahan bangunan yang terbuat dari komposisi campuran semen portland atau bahan pereket hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton. Bahan bangunan ini digunakan sebagai salah satu alternatif pengerasan permukaan tanah atau dijadikan penutup tanah dan dikenal juga dengan sebutan bata beton (concrete block) atau conblock. (sumber:pd-mja)

Paving telah jadi tinggal tunggu kering dan mengerasDengan menggunakan paving maka kita bisa membuat jalan yang dikeraskan namun tetap bisa  meresapkan air ke dalam tanah, karena dasar peletakannya tanah. Hal ini menyebabkan air hujan atau air yang melewatinya dapat terserap langsung ke dalam tanah sehingga mengurangi timbulnya banjir, daripada kita mencor atau menutup habis halaman kita dengan semen.

 

Kita tau bahwa dengan banjirnya halaman rumah dapat menyebabkan kerusakan barang-barang yang ada dirumah karena air. Oleh sebab itu saya tidak menutup atau mencor halaman depan saya yang menghdap jalan dengan cor tapi dengan paving, paving tersebut saya buat sendiri karena biayanya lebih murah dan hemat namun memerlukan tenaga dan waktu.

 

EmberDengan perbandingan 3:1 antara pasir dan semen, biasanya saya menggunakan ember plastik yang biasa tukang bangunan pakai untuk mengaduk semen ditambah sedikit air. Saya membuat paving yang biasa saja yaitu conblock.

Dengan alat cetak yang sudah saya singgung sebelumnya walau sekilas terbuat dari casing CPU (komputer desktop) yang diberi engsel agar mudah dibuka saat campuran semen dan pasir serta air telah terbentuk.

 

Dalam sehari saya hanya mampu membuat 10-15 buah paving, namun harus diingat saat musim penghujan paving lama keringnya dan kadang kala malah pecah. Pengeringan sebaiknya dilakukan selama 28 hari agar hasil yang ada kuat dan tahan lama.

Pembuatan dan alat cetak paving

Dengan membeli 1 sak semen kira-kira seharga 60rb dan pasir 1 pick up kira-kira seharga 200rb kita bisa membuat 500 buah paving, berarti kita mengeluarkan uang kurang lebih 260rb ditambah pembelian sendok semen dan ember totalnya 300rb kita sudah bisa membuatnya. Coba bandingkan jika kita membeli conblock jadi di pasaran kisaran harga terendah 6000, jika kita membeli 500 buah berarti 3 juta uang yang harus kita keluarkan.

 

Dengan begitu kita bisa hemat 2,7 juta atau 1/10 nya kita bisa gunakan uang tersebut untuk yang lainnya, tapi yang harus kita keluarkan adalah tenaga dan waktunya.

Sunday, April 27, 2014

Memanen air hujan (bagian 2-parit dengan bak kontrol )

Pembuatan parit menggunakan cangkul

Selain menggunakan paving sebagai daerah penangkap air saya menggunakan parit seperti biasanya hanya saja yang membedakan parit saya adalah air yang ada tidak saya alirkan langsung ke parit besar atau sungai namun saya arahkan ke bak dulu kalo luber baru ke parit besar atau sungai. Bak yang saya buat ada 2, dimana yang satu sebagai bak kontrol berada di dalam pagar rumah sedangkan yang satunya bak penampungnya berada diluar pagar rumah.

 

 

Pagar pembatas sebelah kiri bak kontrol, kanan penampungCukup lama saya membuat parit sekitar 1 bulan dan bak kontrol dan penampung hingga tulisan ini ada belum jadi, karena terkendala musim penghujan dan membuatnya juga hanya di hari libur yaitu hari minggu sajaOpen-mouthed smile.

Gambar di samping adalah pagar dimana nantinya akan sebelah kiri pagar pada gambar dibuat bak kontrol seluas 50cm x 20cm, sedangkan sebelah kanan dibuat bak penampungnya.

 

saluran paritParit yang saya buat sepanjang pagar  menghadap keluar rumah  namun disebelahnya saya buat taman mini untuk pemandangan dan depan garasi sebelah tempat pemasangan paving. Namun yang harus diperhatikan adalah penumpukan tanah, pasir atau sampah pada dasar parit, yang bisa mengkibatkan tersumbatnya parit menimbulkan bau tidak sedap dan meluap ke tempat yang tidak diinginkan.

Pada ujung parit kemana akan kita buang air hujan tersebut disana saya buat bak kontrol itu. Lalu dengan pipa saya sambungkan ke bak penampung namun hingga saya tulis kisah ini saya belum membuat bak penampungnya baru bak kontrol saja.

saluran parit jugasaluran parit menuju bak kontrol

Bak kontrol memang sudah jadi namun belum sempurna menurut saya karena pada bak kontrol tersebut akan saya isi dengan batu, pasir kasar, pasir halus, ijuk, spon/ busa.

Jadi selama ini air parit mengalir ke bak kontrol yang nantinya akan disi di buang ke halaman samping menebus pagar melalui pipa pralon.

Syukur bisa mengurangi banjir dihalaman rumah namun membuat banjir di tanah samping luar pagar rumah…hehehe

 

 

Bak kontrol yang belum jadibak kontrol jadi

Friday, April 25, 2014

memanen air hujan (bagian 1-dengan paving)

ParitAir merupakan kebutuhan pokok manusia baik digunakan sebagai air minum, mandi, mencuci, menyiram tanamandan lain sebagainya.

Saya yang tinggal dikabupaten Kubu Raya kota Pontianak daerah Kalimantan Barat  dimana masih belum adanya jaringan air bersih dari PDAM, hanya mengandalkan air sumur gali dan air hujan harus pintar-pintar mengelola dan mengatur sebaik mungkin air yang ada.

 

Orang-orang sekitar hanya mengandalkn sumur baik gali maupun gor dan air parit saja yang kebetulan masih bersih jauh dari pencemaran sampah atau lainnya. Oleh karena itu halaman depan rumah tidak saya tutup atau cor sengan semen, hal ini agar air hujan yang turun mengenai halaman depan dapat terserap masuk ke dalam tanah menjadi air tanah. Sebagai gantinya saya gunakan paving block model conblock agar kala hujan air tetap menembus tanah melalui celah-celah paving block.

DSCN5807Akhirnya saya buat sendiri conblok yang sebelumnya saya minta tolong teman saya untuk membuat  dan baru jadi 5 buah dan masih coba-coba hanya 3 yang jadi berhasil sedangkan yang 2 jadi gagal dengan sompel sana sini.DSCN5808

 

Namun setelah cari info kesana kemari dan akhirnya ketemu lebih baik dan tepatnya menggunakan grass block dikarenakan pada grass block terdapat lubang yang bisa kita kasih tanah sedikit serta menanam rumput sehingga bisa menyerap air dan menambah keindahan dengan warna hijau selain warna abu-abu semen.

DSCN5806

Tanah yang tersisa pada bagian depan 2 m x 9 m saya bagi dua bagian dimana setengahnya akan saya gunakan sebagai jalan masuk menggunakan paving setengahnya lagi sebagai taman kering dengan diberi pembatas semen.

Tanah yang akan dipasang paving saya beri pasir halus lalu diratakan dan dibiarkan selama seminggu agar padat terus sambil di padatkan dengan cangkul setelah seminggu di berikan lagi pasir kasar dan dipadatkan lagi.

 

grass blockDengan grass block memang tampak lebih bagus namun ternyata harganya cukup mahal sekitar 60.000/buah. Terlebih dengan rerumputan yang ada disela-selanya membuat lahaman tidak monoton itu-itu saja namun ada warna hijau dari rerumputan yang tumbuh.

 

 

aplikasi grass blockGambar disamping adalah contoh aplikasinya sungguh indah dilihat mata selain itu fungsi rumput juga sebagai menyerap air kedalam tanah lebih cepat walau pun tidak secepat tanaman yang lebih besar.

Namun karena untuk penghematan atau irit biaya (kata orang-orang pelit bahkan isteri saya juga bilang saya sih bukan hemat tapi pelit), maka saya berencana membuat grass block sendiri namun karena susah dan bingung buatnya akhirnya saya buat paving block (tipe con block) dengan tengahnya saya kasih potongan paralon 1 1/2“ setinggi paving block (pada gambar paling kanan).

Paralonnya juga sisa dari potongan pipa dari pembuatan pembuangan air untuk kamar mandi dan cucian. Proses pembuatan con block baik yang berlubang dan tidak berlubang mencampurkan semen ditambah pasir dan sedikit air (15% semen : 80% pasir : 5% air = 1 bagian semen + 4 bagian pasir + sedikit air, agar agak basah sedikit) 

Sedangkan alat cetaknya saya buat dari penutup casing PC yang sudah tidak terpakai lagi dengan pengunci engsel.

 

Paving conblock buatan sendiriPaving conblock buatan sendiri

Namun bila sudah jadi tercetak supaya keras harus di jemur dibawah sinar matahari tidak langsung selama kurang lebih 28 hari atau sebulan. Karena saya baru membuatnya maka saya harus sabar menungguWinking smile sekitar sebulan lagi untuk memasangnya.